Teknologi dan Keamanan Siber Didorong Untuk Dongkrak Ekonomi Kreatif
| Teknologi dan Keamanan Siber Didorong Untuk Dongkrak Ekonomi Kreatif |
Di era digital 2025, industri kreatif Indonesia tidak lagi hanya soal seni, musik, atau desain, tetapi telah melebar ke ranah teknologi dan ekonomi digital. Pemerintah menegaskan pentingnya dukungan teknologi dan keamanan siber sebagai fondasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk memastikan pelaku kreatif bisa bekerja secara produktif, aman, dan kompetitif di pasar global.
Teknologi menjadi penggerak utama inovasi di sektor kreatif, mulai dari pembuatan konten digital, game, animasi, hingga desain produk.
Beberapa inovasi yang sedang dikembangkan antara lain:
-
Platform digital kreatif untuk memasarkan karya lokal ke pasar internasional.
-
AI dan tools generatif untuk mempercepat proses desain, animasi, dan musik.
-
Metaverse dan NFT yang memungkinkan monetisasi kreatif secara global.
Menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), lebih dari 70% startup kreatif Indonesia kini mengadopsi teknologi digital sebagai inti bisnisnya.
“Digitalisasi membuka peluang ekspansi yang lebih luas dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Pertumbuhan ekonomi kreatif digital juga harus diimbangi dengan keamanan siber.
Pemerintah mendorong pelaku industri untuk melindungi karya dan data mereka dari ancaman peretasan, plagiarisme, dan penipuan digital.
Beberapa langkah yang diambil antara lain:
-
Pelatihan cybersecurity untuk UMKM dan startup kreatif.
-
Pengembangan regulasi perlindungan data pribadi (PDP) dan hak kekayaan intelektual (HAKI) digital.
-
Sistem monitoring transaksi digital dan marketplace kreatif untuk mencegah penyalahgunaan.
Dengan ekosistem yang aman, investor dan konsumen akan lebih percaya untuk bertransaksi, sehingga nilai ekonomi kreatif meningkat secara signifikan.
Kolaborasi antara teknologi dan keamanan siber membawa dampak langsung:
-
Pertumbuhan investasi digital kreatif meningkat.
-
Produk lokal lebih kompetitif di pasar global.
-
Peluang ekspor digital meningkat, termasuk musik, game, dan animasi.
Menurut data Kemenparekraf, nilai ekonomi kreatif Indonesia diproyeksikan tembus US$25 miliar pada 2025, sebagian besar didorong oleh sektor digital dan teknologi kreatif.
Transformasi ekonomi kreatif tidak bisa dilepaskan dari dukungan teknologi dan keamanan siber.
Dengan memadukan inovasi digital dan proteksi data yang kuat, pelaku kreatif dapat berkarya lebih produktif, investor lebih percaya, dan ekonomi nasional semakin solid.