Polemik Gedung Baru DPR, Publik Kritik Penggunaan Anggaran
| Polemik Gedung Baru DPR, Publik Kritik Penggunaan Anggaran |
Pembangunan gedung baru DPR kembali memicu kritik publik. Beberapa kalangan menilai penggunaan anggaran untuk proyek ini terlalu besar, sementara prioritas pengeluaran negara seharusnya diarahkan untuk program sosial dan pembangunan infrastruktur publik.
Proyek gedung baru DPR menelan anggaran ratusan miliar rupiah. Kritik muncul karena sebagian masyarakat menilai biaya tersebut terkesan mewah dan tidak mendesak, apalagi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih pasca inflasi.
Pihak DPR menjelaskan bahwa pembangunan gedung baru diperlukan untuk meningkatkan fungsi legislatif dan fasilitas kerja anggota dewan. Gedung baru dirancang modern dengan standar internasional untuk mendukung efektivitas kerja DPR.
Masyarakat menuntut DPR lebih transparan dalam penggunaan anggaran dan menjelaskan secara rinci biaya proyek, termasuk perbandingan antara manfaat jangka panjang dan biaya yang dikeluarkan. Media sosial menjadi arena diskusi hangat terkait polemik ini.
Pengamat menekankan pentingnya akuntabilitas dan keterbukaan informasi. Masyarakat berharap DPR dapat menunjukkan bahwa proyek gedung baru bukan sekadar simbol kemewahan, tetapi benar-benar mendukung kinerja legislatif dan kepentingan rakyat.